SMA Negeri 5 Buntok melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) sebagai upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 10–11 November 2025, bertempat di Ruang Multimedia SMA Negeri 5 Buntok.
IHT Tahun Ajaran 2025/2026 mengusung tema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran” dengan subtema “Merancang Perangkat Ajar Inovatif untuk Pembelajaran Mendalam: Kunci Transformasi Kelas di SMAN 5 Buntok.” Tema tersebut dipilih untuk memperkuat pemahaman guru bahwa perangkat ajar tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam mencatakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Kegiatan IHT secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Negeri 5 Buntok, Diano, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya perencanaan pembelajaran yang matang sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Guru diharapkan mampu merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan satuan pendidikan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Pengawas SMA Negeri 5 Buntok, M. Syaifi, M.Pd. Beliau menekankan perlunya penguatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui perencanaan pembelajaran yang berbasis capaian pembelajaran, analisis kompetensi, serta pemilihan model pembelajaran yang tepat.
IHT ini menghadirkan Setiarso Safii sebagai pemateri utama. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi strategis, antara lain kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, penguatan pola pikir bertumbuh (growth mindset), konsep dan kerangka kerja deep learning, prinsip serta pengalaman praktik pembelajaran mendalam, hingga pengembangan RPP dan bahan ajar.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi, refleksi, dan latihan penyusunan RPP. Guru dilatih menetapkan pembelajaran saintifik serta menerapkan berbagai model pembelajaran, seperti inquiry, inquiry kolaboratif, dan discovery, yang kemudian dipresentasikan sebagai hasil kerja kelompok.
Seluruh rangkaian kegiatan IHT diikuti dengan antusias oleh para guru SMA Negeri 5 Buntok. Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga menghasilkan perangkat pembelajaran yang siap diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
Melalui In House Training ini, SMA Negeri 5 Buntok berharap kualitas pembelajaran di sekolah semakin meningkat. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, mendalam, dan berdampak positif terhadap perkembangan serta hasil belajar peserta didik.
ACD